Alasan KPU Tetapkan Batas Usia Maksimal Petugas KPPS Pemilu 2024

Eskisehiryerelbasin, Jakarta Pada pemilu lalu, 800 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) tewas. Untuk mencegah hal tersebut, Panitia Pemilihan Umum (KPU) melakukan perubahan.

Perubahan pada Pemilu 2024 salah satunya adalah batasan usia pejabat KPPS yang batas atas usianya adalah 55 tahun. Pada pemilu lalu, tidak ada batasan usia, kata anggota KPU RI Idham Holik.

“Dalam rekrutmen calon anggota KPPS kita batasi umurnya, ada yang namanya batas atas umur dan ada batas bawah umur. Dari 17 tahun menjadi 55 tahun. Dulu 21 tahun dan tidak ada batasan atas umur,” Idham kata Antara. .

Ada alasan batas atas usia 55 tahun bagi pejabat KPPS pada pemilu kali ini. Hal ini berkaitan dengan status kesehatan dan rendahnya daya tahan tubuh pada lansia.

Berdasarkan penelitian Kementerian Kesehatan dan Universitas Gadjah Mada (UGM), diketahui bahwa faktor komorbiditas menjadi penyebab meninggalnya petugas KPPS pada pemilu lalu. Faktor komorbiditas adalah kondisi dimana seseorang mempunyai penyakit bawaan, misalnya diabetes dan darah tinggi.

Anda harus membawa surat keterangan sehat

Idham menambahkan, saat mendaftar menjadi petugas KPPS juga harus membawa surat keterangan dokter. Kemudian petugas KPPS akan diperiksa sebelum dilakukan pemungutan suara. Termasuk memeriksa tekanan darah.

Fakta menarik lainnya, beberapa pemerintah kota menyediakan suplemen nutrisi untuk meningkatkan imunitas tubuh.

“Informasi dari berbagai daerah dan pemerintah daerah melengkapi imunitas atau ketahanan tubuh, karena kerjanya cukup lama, dari jam 7 pagi, mungkin sampai tengah malam, bahkan dini hari,” jelas Idham.

Pada pemilu 2019, tercatat 894 petugas pemilu meninggal dunia dan 5.175 petugas lainnya dilaporkan sakit. Faktor pencetusnya antara lain beban kerja yang agak berat, kelelahan dan penyakit penyerta.

Berdasarkan temuan Komisi Pemilihan Umum (KPU), petugas KPPS yang meninggal sebagian besar berusia di atas 50 tahun dan menderita penyakit penyerta.

Berdasarkan penelitian Kementerian Kesehatan, Universitas Gajah Mada Yogyakarta (UGM) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), tiga penyakit penyerta yang paling banyak diderita petugas KPPS Pemilu 2019 adalah darah tinggi, serangan jantung, dan diabetes.