Heboh Antar Anak Sekolah, Emak-emak di SDN Depok Berjejer Panjat Pagar

Selamat datang Eskisehiryerelbasin di Situs Kami!

Depok – Memasuki hari kedua sekolah, banyak orang tua yang antusias melihat anaknya. Kebanyakan dari mereka adalah ibu-ibu. Mereka berbaris di luar pagar untuk mengajar anak-anak. Kebanyakan dari mereka adalah orang tua yang anaknya baru duduk di bangku kelas satu sekolah dasar (SD). Heboh Antar Anak Sekolah, Emak-emak di SDN Depok Berjejer Panjat Pagar

Seperti yang terjadi pagi tadi di SDN Cilangkap 5 Tapos. Unggahan akun @infodepok_id memperlihatkan puluhan orang tua menunggu di pinggir jalan. Mereka mengawasi anak-anak mereka dari jauh. Bacaan Sholat Tahajud dari Ustaz Adi Hidayat, Dijamin Rezeki Berlimpah

Sederet ibu berdiri di luar pagar. Ketika siswa mulai belajar, mereka tidak dapat memasuki gedung sekolah. Faktanya, banyak ibu-ibu yang berdiri dengan membawa perlengkapan sekolah.

“Saat ibu-ibu di Depok menunggu anaknya baru masuk sekolah, terutama anak kelas satu. Siapa yang menunggu anaknya masuk sekolah?” tulis akun @infodepok_id pada Selasa 18 Juli 2023.

Postingan ini disukai 4.163 netizen dan mendapat 168 komentar.

“Kebahagiaan bukan untuk semua wanita yang sudah menikah,” tulisnya di akun @ibrahim_m3ixxxx miliknya.

Akun @menukuxx menulis, “Aku sayang kamu sampai akhir hayat ibu. Luar biasa nona, benar-benar di ujung jalan,” tulisnya.

Akun @selvi_sanjxxx menulis, “Misalnya pertama kali masuk pelajaran baru, acaranya hanya perkenalan.” Jadi mungkin pulang ke rumah itu bertanggung jawab. Jadi lebih baik tunggu sekolah,” tulisnya. Heboh Antar Anak Sekolah, Emak-emak di SDN Depok Berjejer Panjat Pagar

Sementara itu, akun @agus.rahxxx menyarankan agar para orang tua mempunyai tempat khusus untuk menunggu anaknya.

“Alangkah baiknya jika ada manajemen khusus bagi ibu-ibu dan kendaraannya pada jam-jam MPLS di sekolah, karena ibu-ibu yang menunggu sering kali menghalangi lalu lintas massal,” tulisnya. Dampak buruk bermain media sosial berlebihan pada anak, mengganggu kesehatan mental, media sosial sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari bahkan bagi anak-anak. Namun, terlalu banyak menghabiskan waktu di media sosial dapat memberikan dampak negatif. Eskisehiryerelbasin 31 Januari 2024