Bahlil Yakin Realisasi Ekonomi Indonesia 5% Kuartal IV-2023: Bukan Angka Omon-omon

Selamat datang Eskisehiryerelbasin di Portal Ini!

Eskisehiryerelbasin, Jakarta – Menteri Keuangan/Kepala Badan Koordinasi Perbankan (BKPM) Bahlil Lahadalia memperkirakan perekonomian Indonesia akan tumbuh 5 persen atau lebih. Inflasi akan terjaga di bawah 3 persen ketika pertumbuhan ekonomi tercapai pada tahun 2023. Bahlil Yakin Realisasi Ekonomi Indonesia 5% Kuartal IV-2023: Bukan Angka Omon-omon

Menurut Bahlil Lahadalia, angka pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan pencapaian yang sangat baik di tengah kondisi dunia yang sulit. Bahlil mencontohkan, ada konflik geopolitik di Ukraina yang tidak terselesaikan kemudian konflik di Palestina.

Ia yakin hal ini akan berdampak pada perekonomian global, termasuk Indonesia. Dengan cara ini, pertumbuhan ekonomi terlihat.

“Dengan segala dinamika yang ada, kita apresiasi, pertumbuhan ekonomi, saya kira pada kuartal IV 2023 inflasi akan naik di bawah 5 persen dari pertumbuhan sebesar 5 persen. Angka ini bukan angka tradisional,” kata Bahlil. . Trimega Political and Economic Outlook 2024, Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (31/1/2024).

Ia menjelaskan, nilai pertumbuhan ekonomi dapat diprediksi dari pelaksanaan investasi Indonesia dan pelaksanaannya pada tahun 2023. Investasi di Indonesia dilaporkan mencapai Rp365,8 triliun pada triwulan IV tahun 2023 atau meningkat 16,2 persen. Simak Gerak 3 Saham Pendatang Baru Hari Ini 12 Februari 2024

Kini, jika dilihat dari kinerja ekspor akhir tahun lalu, lebih tinggi dari impor, itulah yang menjadi penyeimbang keadaan.

Rinciannya, nilai penjualannya sebesar $22,14 miliar pada Oktober 2023, $21,99 miliar pada November 2023, dan $22,41 miliar pada Desember 2023.

“Jadi karena ada tujuan investasi yang tercapai dan investasinya sangat bagus,” kata Balil.

Sebelumnya, Menteri Keuangan/Integrasi (BKPM) Bahlil Lahadalia memaparkan data kinerja investasi pada masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia membandingkan kinerja investasi selama menjabat dengan 2 Kepala BKPM sebelumnya.

Hal itu disampaikan Bahlil di hadapan investor pada acara Trimegah Political and Economic Outlook 2024. Bahlil mencatat sebagian besar kegiatan investasi Indonesia melebihi target.

“Karena kita bicara pasar modal, artinya bapak dan ibu membandingkan kegiatan investasi Indonesia di luar keuangan dan hulu minyak dan suku cadang sejak Pak Jokowi memimpin negara ini,” kata Bahlil di Ritz. -Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (31/1/2024).

Dijelaskannya, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015 sebesar Rp519 triliun dilaksanakan sebesar Rp545 triliun. Kemudian dengan realisasi Rp612 triliun pada tahun 2016 diharapkan dapat menghimpun dana sebesar Rp594 triliun. Dia menjelaskan, hal itu merupakan investasi selama Kepala BKPM di tangan Frankie Cibarani.

Namun Bahilil melihat ada perubahan pengalaman investasi ketika Frankie digantikan oleh Thomas Trikasi Lembong atau Tom Lembong yang saat itu menjabat Menteri Perdagangan.

“Tahun ini (2016) terjadi pergantian pimpinan di BKPM, dari Pak Frankie ke temannya Pak Lutfi (mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi) yang menjadi bos selanjutnya,” ujarnya.

Di bawah kepemimpinan Tom Lembong, Bahlil mengatakan, target investasi pada 2017 sebesar Rp678 triliun dan capaiannya sebesar Rp692 triliun. Namun pada tahun 2018 nampaknya sedikit menurun. Target ekonomi yang dipatok sebesar Rp765 triliun dan hanya tercapai Rp721,3 triliun.

Jadi ada target investasi yang belum terpenuhi di tahun 2018. Kemudian tahun 2019 kita masuk bulan Oktober, target RPJMN sebesar Rp792 triliun, kemudian realisasinya sebesar Rp809,60 triliun, jelas Bahlil.

Selain itu, Bahlil juga membeberkan investasinya di masa pandemi Covid-19 di Indonesia. Ia mencatat, kualitas investasi tetap terjaga di masa-masa sulit ini. Bahlil Yakin Realisasi Ekonomi Indonesia 5% Kuartal IV-2023: Bukan Angka Omon-omon

“Pada masa pandemi pun tujuan RPJMN tidak tercapai. Kalau kita lihat tahun 2020 kita akan mencapai tujuan tersebut, dan tahun 2021 kita naikkan tujuan tersebut dari Rp 858 triliun menjadi Rp 900 triliun, kita sudah mencapai kita punya Rp 901 triliun. , ” jelasnya.

Kemudian, target RPJMN tahun 2022 yang ditetapkan sebesar Rp968 triliun, namun ditingkatkan menjadi Rp1.200 triliun untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen. Eksposurnya dilaporkan sebesar Rp 1,207 triliun.

“(Tahun 2023, alhamdulillah kita diberi target lagi sebesar 1,400 triliun rupiah oleh Park Jokowi, tapi sementara RPGM-nya hanya 1,099 triliun rupiah, alhamdulillah sudah mencapai 1,418 triliun rupiah,” jelasnya.

Bahlil kembali menggoda Tom Lembong. Kali ini dengan membandingkan lulusan lokal dan asing.

“Jadi inilah yang membedakan industri investasi yang dipimpin oleh alumni universitas lokal dengan alumni sekolah lain khususnya Harvard,” tutupnya.